Puisi : Ilusiku

ilusiku

Menatap wajahmu dari dinding kamarku, Terasa amat remang-remang untuk menggapaimu, membayangkan bibir merekahmu untuk kukecup dengan cintaku. Menelusuri lekuk-lekuk tubuhmu, itu sangat janggal bagiku, karna semuanya di balik hayalan yang mungkin tak pernah terwujutkan, sayang.

Diantara helai-helai wajahmu terpancar titik-titik aroma kelembutanmu, menggores hati murniku, menancapkan jiwamu menyatu dengan hatiku. Semunya terasa indah jika itu mengalun bagaikan denting melodi gitar klasik, saat bulan memancarkan cahayanya ditengah- tengah kebisuan malam.

Kini sudah kugapai semua dengan kekuatan hayalanku, mengibaratkan gitar sebagai tubuh indahmu, dan alunan melodiku sebagai nada-nada suaramu, jika nada itu meninggi dan mengalun tanpa arah, berarti kamu marah, mengejek dan mencabik- cabik hatiku, sebaliknya jika alunan itu mengalun merdu dan pohon tertidur olehnya, berarti kekuatan cintamu sudah bersamaku, menemani malam-malam sunyiku.


Oleh: Ferdinan De Jecson Saragi

Untuk: someone

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah bergabung bersama kami. Komunitas Anak Sastra